12
Nov
08

Harapan Baru pada Caleg Ir. H. WINDU HERNOWO, MM

sticker2b

Sumber :http://jakarte.wordpress.com/
Harapan baru kita hadapkan pada Ir. H. Windu Hernowo, Dipl.Eng, MM untuk memberantas korupsi dan kolusi di wilayah Jakarta Selatan. Saya tahu orangnya baik, berpendidikan dan berpengalaman cukup serta bersih dari hal-hal yang nharus kita berantas. Rasanya perlu bagi kita untuk mendukungnya guna pemberantasan Korupsi di Jakarta Selatan hingga tuntas………….

Semoga……

Amien, Amin ya robbal alamin………………………………….

Artikel Asli dari Jakarta Kita

1. Nama : IR.H. WINDU HERNOWO, MM
2. Tempat dan Tanggal : Malang, 02 Oktober 1958
Lahir / Umur / 50 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-Laki
4. Agama : Islam
5. Status : Kawin
a. Nama Isteri : Hj. Budira
b. Jumlah Anak 2 (dua )
6. Alamat Tempat Tinggal : Jalan Shangrila I No 34, Petukangan
Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan
<strong>7. Riwayat Pendidikan : :</strong>
a. Tahun 1966 – 1967 SDN (Kelas 1-2) di Kota Malang
b. Tahun 1968 – 1969 SDN (kelas 3) Tulung Agung,
c. Tahun 1969 – 1971 SD Katholik Saint Albertus (kelas 4-6)- Dampit, Malang
d. Tahun 1971 – 1974 SMP PGRI – Dampit, Malang
f. Tahun 1974 – 1977 STM Pembangunan 4 tahun, Surabaya
g. Tahun 1977 – 1982 Lulus Dipl. Eng. Teknik Mesin,Pendidikan Ahli Teknik ITS , Surabaya
h. Tahun 1993-1996 Lulus Ir S-1,Teknik manajemen Industri, Universitas Medan Area, Medan Sumatera Utara
i. Tahun 1996 – 1999 Lulus MM S2, Manajemen Keuangan Internasional, STIE-LABORA , Jakarta

<strong>8. kursus/Diklat/Seminar yang Pernah diikuti :</strong>
a. Januari – Maret 1983 Basic Oilfield Training-Dowell Training Center,Sharjah,Dubai – Abu Dhabi-United Arab Emirate.
b. Oktober 1983 STEP 2 Well-Cementing, Jakarta-Indonesia
c. Februari 1984 STEP 3 Well-Testing and Diagnosis (DST), Balikpapan.
d. April 1984 Radio Active School – BATAN , Jakarta- Indonesia
e. Juli – 1984 Fire and Safety Courses, Sungai Gerong- Indonesia
f. Maret – 1985 Technical 2 Well Cementing Training, Jakarta- Indonesia
g. Januari-1986 Portable Automatic Cementing Recorder Specialist Training, Singapore
h. Februari-1986 Technical 2 Well Stimulation School, Jakarta- Indonesia
i. Oktober-1986 Well Diagnosis and Job Design School, Singapore.
j. April-1989 MicroVAX Baseline School, Singapore
k. Maret-1990 ASM Acidizing School, Singapore
l. Juli-1990 Advance Laboratory Control School, St Etienne- France
m. Agustus-1990 IPA Cementing Technology, Jakarta- Indonesia
n. Nopember-1990 Coiled Tubing ASM School UTC,Bottesford- United Kingdom
o. Januari 1991 Stimulation School in Singapore
p. Oktobert 1992 Personnel Management School, Paris- France.
q. Maret 1993 Nodal Analysis School, Jakarta- Indonesia
r. Juli 1994 Financial Management School, Paris- France.
s. Juni 1995 Advanced Service Module for Managers , London-UK
t. Agustus 1998 “DNV” Modern Safety Management, Bandung
u. Sept 1998 SAP3-Basis School in Logistic Control Managent, Houston – USA
v. Agustus 1999 “DNV” Accredited Safety Auditor – Bandung
w. Juli-1999 SAP3-Basis School in Personnel Controls, Sugarland-USA
x. Juli 2000 QAS: AS 4801 OHS Systems Auditor Training – Sidney, Australia

<strong>9. Riwayat Organisasi :</strong>
a. Tahun 1969 – 1971 Pramuka Siaga di Dampit,Malang
b. Tahun 1972 – 1974 Pramuka Penggalang di Dampit,Malang
c. Tahun 1974 – 1977 Pramuka Penegak di Surabaya
d. Tahun 1974 – 1975 Ketua Palang merah Remaja, di Surabaya
e. Tahun 1976 – 1982 Komandan Korps Sukarela, di Surabaya
f. Tahun 1977 – 1982 Komandan Batalion B, MENWA ITS
g. Tahun 1976 – 1982 Ketua Karang Taruna, Kupang Krajan-Surabaya
h. Tahun 2003 – Sekarang Ketua Klub Stroke RSPP
i. Tahun 2005 – Sekarang Yastroki (Yayasan Stroke Indonesia) Cabang Jakarta
j. Tahun 2008 – Sekarang Wk ketua Himpunan Peduli Stroke di Indonesia

<strong>10.Riwayat Pekerjaan :</strong>
1982 Service Engineer Trainee (Dowell Schlumberger Inc.), Jakarta
1983 Promosi ke SE-1(grade 7), di lapangan Prabumulih
1984 In-charge untuk Cementing Services di Seluruh Lapangan Pendopo.
1985 Promosi ke SE-2 (Grade-8), Incharge untuk Well Testing Services
1986 Promosi ke FTE1(Grade-9), Transfer sbg Field Technical Engineer untuk Well Cementing di lapangan Tugu, Cenara dsb (Cirebon).
1989 Promosi ke FTE-2(Grade-10), Transfer ke Balikpapan sbg District Technical Engineer untuk Stimulation (Acidizing and Fracturing Ops)
11990 Promosi ke FTE-3(Grade-11), Transfer ke Rantau,Aceh Timur sbg Dowell District Technical Engineer untuk N2 and Coiled Tubing Operations
11991 Promosi ke FSM(Grade-12), sbg Dowell Field Service Manager untuk Pertamina Unit I-North Operasional Sumatera bagian Utara
11996 Promosi ke grade 13, sbg Dowell Indonesia’s Assets Manager
11998 LateralTransfer(grd 13) ke Cirebon sbg Bussiness Development Manager
11999 Promosi ke grade 14, transfer sbg Schlumberger’s Indonesia as Health, Safety and Environment manager untuk Indonesia.
• Management System’s Audit Team member untuk all Asia and Australia operations under Schlumberger’s Corporate.
• Management System’s Audit Team Leader untuk seluruh operasi group Schlumberger (Anadrill Drilling, Dowell, GeoQuest, Geco Prakla, Camco, WL-Testing) .
2000 Terserang Stroke
2001 Transfer sbg Schlumberger collocated Project Manager
2003 Pensiun dini untuk recovery Stroke

23
Sep
07

Nurdin Halid Dihadirkan Dalam Sidang Korupsi Beras Impor

Kamis, 27 Juli 2006 | 13:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nurdin Halid, Ketua Umum Induk Koperadi Unit Desa dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi impor beras 60 ribu matrik ton pada tahun 2003 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini. Dia diperiksa karena kapasitasnya sebagai importir beras pada tahun 2003.

Sidang yang dimulai pada pukul 11.30 WIB dengan Hakim Ketua Saud H.Pasaribu itu juga menghadirkan empat saksi lain. Terdakwa dalam kasus ini antara lain, Wahyono Herwanto, bekas kepala kantor pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priuk I dan Yamiral Aziz Santoso, bekas kepala seksi Penyidikan dan Pecegahan.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa antara lain, mengeluarkan beras dari gudang penimbunan bea cukai tanpa prosedur yang benar, memperkaya importir beras.

Akibat perbuatannya negara dirugikan Rp 25.413.000.000. Jumlah itu berasal dari bea masuk yang tidak dibayarkan oleh importir atas beras impor dari Vietnam sebesar 60 ribu matrik ton.

Terdakwa dijerat dengan Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

SANDY INDRA

23
Sep
07

Nurdin Halid Diperiksa Kasus Korupsi Minyak Goreng

Selasa, 02 November 2004 | 14:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kejaksaan Agung memeriksa Nurdin Halid terkait kasus korupsi minyak goreng dengan kerugian negara sekitar Rp 160 miliar. Pemeriksaan berlangsung di Mabes Polri, lantai II, mulai pukul 10.00-12.00 WIB, Selasa (2/11).

“Kita memeriksa Nurdin Halid sebagai tersangka dalam kasus pengadaan minyak goreng, kerja sama antara Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) dengan Bulog,” kata Kasubdit Penuntutan Tindak Pidana Korupsi Kejakgung, Arnold Angkouw, usai memeriksa Nurdin. Kasus tersebut terjadi pada 1998 sampai 2000. Saat itu Nurdin menjabat sebagai ketua umum KDI.

Menurutnya, kedatangan jaksa penyidik hari ini untuk mempertajam dakwaan, yang akan dilimpahkan ke pengadilan. Materi pemeriksaan tentang kerja sama antara KDI dengan Bulog. “Kaitan kerja sama dengan Bulog. KDI-kan yang menjalankan. KDI harus mengembalikan sejumlah uang tertentu kepada Bulog,” kata Arnold.

Pasal yang dikenakan yakni pasal 1 ayat 1 sub a dan b UU No. 3 tahun 1971 jo UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman seumur hidup. Saksi yang sudah dimintai keterangan ada 46 orang.

Juru bicara Mabes Polri Irjen Polisi Paiman, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Nurdin terkait kasus KDI. “Kejaksaan meminjam Nurdin. Kita tidak ikut campur,” katanya saat jumpa pers di Mabes Polri.

Sementara itu, kuasa hukum Nurdin Halid, Edison Betaubun, membenarkan kliennya dimintai keterangan sekitar dua jam di lantai II di Mabes Polri.

Martha Warta – Tempo

12
Aug
07

Punggawa Tanpa korupsi, bagus kalee

Mendukung Pemerintah Indonesia dengan Policy Anti-Korupsinya, dengan harapan:JANGAN ADA PUNGGAWA YANG BERKORUPSI

Alangkah Indahnya negeri ini bila tidak ada punggawa yang berkorupsi.
Memang banyak orang merasa bahwa mereka mengerti masalah-masalahnya dan menyebutkan solusinya, misalnya:

  • Sekolah dan kampus harus menurunkan biayanya – Bagaimana mungkin? Sebetulnya pendidikan di negara ini sudah relatif murah, apa lagi dibanding negara lain, dan kita perlu meningkatkan mutu lebih dari yang sekarang.
  • Mengganti sistem – Mengganti sistem 1000 kali juga tidak efektif karena bukan salah sistemnya, sistem adalah kambing hitam (scapegoat).
  • Memakai Sistem Agama – Kalau begitu mengapa kebanyakan orang yang ingin pendidikan yang lebih bermutu memilih negara barat?
  • Meningkatkan kemampuan Guru – Dengan kesejahteran yang sangat rendah, dan suasana yang tidak memberi semangat, kemajuannya sangat terbatas.

Kita selalu membahas soal-soal yang sebenarnya hanya hal-samping, tetapi masalah utama adalah korupsi, dan hal-hal yang disebut di atas sebenarnya bukan masalah terpenting. Dengan korupsi yang memakan sampai 30% dari anggaran total negara (apakah ini termasuk semua “markup biaya” dan gaji-gaji pegawai negeri yang tidak-produktif), dan alokasi anggaran negara untuk pendidikan yang kurang dari … ? [ Stop Press! – 19,3 persen APBN ] [ Waspadai Kebohongan Publik ]

Di negara kaya, seperti Indonesia, pendidikan sampai tamat sekolah menengah seharusnya gratis (biayanya dari pemerintah). Pendidikan adalah hal yang paling penting di negara yang sedang berkembang. Kalau sumber alam di kelola dengan baik, dan dengan tanah yang subur di mana-mana, seharusnya negara ini termasuk yang paling kaya di Asia Tenggara. Tetapi kalau kita melihat hal pendidikan, masyarakat terus meminta beasiswa dan biaya pendidikan seperti pengemis di pinggir jalan.
Pada waktu tahun 70an sampai 80an keadaan pendidikan di Indonesia dan Malaysia tidak begitu berbeda dan beberapa guru dari Indonesia dibawa ke Malaysia untuk membantu. Sekarang pendidikan di Malaysia termasuk yang paling baik di dunia, tetapi Indonesia tidak maju dan sekarang biaya pendidikan yang bermutu rendah saja sudah mulai menjadi di luar jangkauan kebanyakan masyarakat di Indonesia.

Kita dapat membahas soal-soal yang lain tetapi kita tidak dapat berharap akan ada kemajuan yang signifikan sampai pendidikan mendapat alokasi paling sedikit 25% dari anggaran negara..

12
Aug
07

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!